Stoking Bisa Mencegah Varises


Sebagian besar perempuan pasti panik jika mendapati guratan warna biru di sekitar paha atau betis. Varises memang mengkhawatirkan, selain merusak mood dapat juga memperburuk penampilan.

Varises adalah pelebaran abnormal rongga pembuluh darah balik (vena) akibat tekanan arus balik darah yang mengalir di dalamnya.

Varises tungkai terjadi di sepanjang paha sampai ke betis dan telapak kaki. Berdasarkan sejumlah penelitian yang dilakukan oleh beberapa ahli, menggunakan stocking secara teratur dapat mengurangi resiko varises pada wanita sampai 80 persen. Benarkah ?

Stoking dibuat berdasarkan penelitian. Selain pelengkap gaya berbusana, stoking juga sekaligus memberikan efek pengetatan dan stimulus tertentu pada kulit dan aliran darah agar berjalan lancar.

Masalah yang terjadi akibat varises tungkai bukan hanya masalah kosmetis kulit tungkai yang tidak tampak baik akibat gambaran kebiru-biruan pembuluh darah. Yang lebih serius jika daerah di mana terjadi varises tungkai terjadi luka dan terinfeksi sehingga penyembuhannya menjadi lebih sulit dan komplikatif.

Sementara jika varises sudah dalam kondisi lanjut, sebaiknya dilaser atau operasi minor untuk mengatasinya. Namun setelah itu tetap disarankan menggunakan stocking agar menghindari varises.

Pencegahan dan penanganan Varises 

Menghindari tumpuan berlebihan pada tungkai antara lain dengan mengatur berat badan dan menghindari pemakaian sepatu tumit tinggi yang terlalu lama dan terlalu sering. Bobot tubuh ekstra membuat kerja tungkai menjadi lebih berat daripada normal, kerja otot-otot tungkai menjadi lebih giat.

Imbasnya, arus aliran balik darah dari tungkai menuju jantung menjadi lebih besar dan tekanannya menjadi semakin meninggi.

Pemakaian sepatu tumit tinggi menambah jarak yang harus dicapai aliran balik darah dan membuat beberapa otot tungkai bekerja lebih giat sehingga kompensasinya tekanan arus aliran balik darah menjadi semakin meninggi.

Selain itu pakailah garmen elastis khusus pada tungkai yang mampu memberi tambahan tekanan pada pembuluh darah balik (vena) secara merata dari telapak kaki sampai ke pangkal paha. Bentuk garmen elastis khusus ini biasanya seperti stocking atau celana panjang ketat.
READ MORE - Stoking Bisa Mencegah Varises

Terapi Citra Tubuh Bisa Hentikan Kecanduan Rokok

Belajar mencintai tubuh sendiri lebih efektif untuk membantu orang berhenti merokok dan menurunkan berat badan ketimbang hanya melakukan olahraga. Jika ingin berhenti merokok dan diet, cobalah untuk bisa mencintai tubuh Anda.

Terapi citra tubuh (body image) seringkali berisi latihan cermin, di mana perempuan melihat refleksi diri mereka. Bukan untuk mengkritik bagian tubuh tetapi fokus pada aspek penampilan yang dikagumi.

Manfaat dari terapi ini terungkap ketika peneliti mulai melakukan investigasi bagaimana olahraga dapat mempengaruhi orang untuk berhenti merokok pada wanita usia 18 hingga 24 tahun.

Pertama, peneliti mewawancara 43 perempuan muda dan mengetahui bahwa berat badan dan body image merupakan kekhawatiran utama dalam berhenti merokok. Peneliti kemudian memutuskan untuk menambahkan komponen body image dalam penelitian ini.

"Komponen body image sangat berguna, karena 44 persen partisipan mengatakan mereka akan kembali merokok bila berat badan tetap naik," jelas Melissa Napolitano, PhD, psikolog klinis di Center for Obesity Research and Education do Temple University, Philadelphia, seperti dilansir timeofindia, Sabtu (15/10/2011).

Peneliti menemukan 10 persen lebih perempuan di kelas terapi body image dapat berhenti merokok setelah 1 minggu dan turun berat badan lebih banyak ketimbang kelompok yang hanya melakukan olahraga.

"Menggunakan pelatihan kemampuan body image dapat membantu orang untuk berhenti merokok karena hal itu memberikan kemampuan dan alat untuk membantu orang merasa lebih baik dengan dirinya sendiri dan tidak ingin kembali merokok agar dapat mengontrol berat badan," jelas Napolitano.

Penelitian ini telah dipresentasikan baru-baru ini di pertemuan tahunan Society for Behavioral Medicine di Montreal.
READ MORE - Terapi Citra Tubuh Bisa Hentikan Kecanduan Rokok

Waktu Efektif Untuk Berolahraga

Untuk mendapatkan hasil optimal dari olahraga, Anda tidak perlu menghabiskan waktu 1-2 jam sehari di tempat fitnes. Para ahli mengatakan, Anda hanya perlu menyisihkan waktu 20 menit untuk berolahraga setiap harinya.

Durasi 20 menit merupakan waktu yang ideal, berdasarkan teori bahwa lebih intensif Anda berolahraga, akan lebih sedikit waktu yang dibutuhkan. Teori ini tentu saja jadi kabar menggembirakan bagi para pekerja yang selalu sibuk dengan tugas kantor, namun ingin tetap memiliki tubuh sehat dan indah.

Beberapa selebriti pun telah mengikuti anjuran ini dalam rutinitas olahraganya. Jennifer Aniston, misalnya, berpendapat dengan melakukan latihan cardio 22 menit per sesi sudah cukup untuk meningkatkan detak jantung tanpa membuatnya kelelahan.

American Council on Exercise, seperti dikutip dari Daily Mail merekomendasikan pria maupun wanita untuk mengikuti 'program fitnes ekspres' selama lebih kurang 20 menit, jika ingin mendapatkan hasil yang cepat terlihat. Namun perlu diingat, durasi waktu yang singkat juga harus diimbangi dengan latihan yang lebih intens, atau disebut juga dengan high intensity activity.

Pakar fitnes sekaligus penulis 'Trade Secrets Of A Personal Trainer' Steve Barrett mengatakan, "Jika Anda mengurangi durasi olahraga, aktivitas yang dilakukan juga harus lebih keras."

Sementara menurut American College of Sports Medicine, 20 menit aktivitas berintensitas tinggi (latihan yang membuat napas terengah dan tubuh berkeringat) sama bagusnya dengan 40-45 menit latihan intensitas sedang dan rendah.

Masih ada beberapa catatan yang harus diperhatikan jika Anda ingin berolahraga 20 menit sehari. Anda tidak disarankan melakukan latihan intens setiap hari dalam satu minggu penuh. Kombinasikan dengan latihan intensitas sedang yang lebih lama seperti berjalan, berlari atau bersepeda.
READ MORE - Waktu Efektif Untuk Berolahraga

Menunda BAB Bisa Memicu Sembelit

Pada kondisi tertentu orang kadang harus menahan keinginannya untuk buang air besar (BAB). Tapi sebaiknya jangan terlalu sering dilakukan karena bisa menyebabkan sembelit. Kenapa bisa begitu?

Beberapa orang yang terlalu sibuk atau berada dalam rapat besar kadang harus mengabaikan rasa mulas yang timbul dan menahan untuk buang air besar sampai rapat selesai atau tiba di rumah. Kondisi ini akan menimbulkan rasa tidak nyaman secara fisik.

Dampak lainnya adalah bisa menyebabkan sembelit. Hal ini karena mengabaikan rasa mulas yang timbul akan melemahkan sinyal-sinyal yang diberikan oleh tubuh sehingga nantinya ia tidak bisa mengenali tanda kapan harus buang air besar yang memicu terjadinya sembelit, seperti dikutip dari WebMD, Sabtu (15/10/2011).

Sembelit adalah perubahan pola buang air besar yang tidak biasa yang berbeda pada setiap orang. Sembelit bisa berarti seseorang susah untuk buang air besar atau buang air besar kurang dari tiga kali dalam seminggu.

Meski begitu masih ada beberapa mitos mengenai sembelit yang dipercaya oleh masyarakat seperti:

Mitos: Sembelit hanya mempengaruhi orang yang sudah tua
Fakta: Orang-orang yang tua memiliki masalah sembelit karena ada faktor seperti kondisi medis, penggunaan obat. Tapi sebenarnya orang muda juga bisa mengalaminya terutama akibat kurangnya aktifitas fisik dan gizi yang buruk

Mitos: Semua jenis serat bisa mengurangi sembelit
Fakta: Serat dalam makanan ada 2 jenis yaitu serat larut dan serat tidak larut. Serat yang bisa meringankan sembelit adalah serat larut yang bisa membantu mengeluarkan feses dari usus lebih cepat, seperti dalam roti gandum, sereal dan pasta.

Mitos: Kopi bisa membantu mengatasi sembelit
Fakta: Kafein dalam kopi memang bisa menyebabkan kontraksi otot-otot saluran pencernaan dan merangsang gerakan usus. Tapi ini tidak bisa jadi solusi untuk sembelit karena bersifat diuretik (menarik air) sehingga membuat feses lebih keras dan bisa memperburuk sembelit.

Mitos: Menelan permen karet bisa menyebabkan sembelit
Fakta: Permen karet tidak bisa menempel di saluran pencernaan seperti ia menempel di alas sepatu. Jadi tidak ada hubungannya menelan permen karet dengan menyebabkan sembelit.
READ MORE - Menunda BAB Bisa Memicu Sembelit

Makanan Yang Bisa Mencegah Kanker Payudara


Gen kanker biasanya menurun dari keluarga atau pola hidup tidak sehat. Namun, Anda jangan lantas berkecil hati. Risiko terkena kanker payudara bisa dikurangi dengan pola hidup dan makan yang sehat.

Berikut beberapa makanan yang sebaiknya Anda konsumsi demi mengurangi risiko kanker payudara.

Minyak zaitun

Minyak zaitun mengandung oleic acid (lemak tak jenuh berantai tunggal) dan antioksidan. Dua senyawa terakhir itu berkhasiat menurunkan risiko kanker.

Peterseli

Ilmuan Universitas Missouri menemukan bahwa tumbuhan ini juga mampu melawan pertumbuhan sel kanker. Binatang yang diberi apigenin, senyawa yang ditemukan pada peterseli (dan seledri), mampu mendorong perlawanan untuk mencegah kanker. Para ahli gizi juga merekomendasikan untuk menambahkan sedikit peterseli ke dalam santapan harian Anda.

Kopi

Minum dua gelas kopi per hari memungkinkan Anda untuk menurunkan risiko keganasan kanker payudara. Kopi mengandung sebuah antioksidan yang mampu melindungi sel dari bahaya kanker.

Kacang

Kacang-kacangan kaya akan serat. Berdasarkan laporan terbaru, yang dipublikasikan Jurnal Amerika Nutrisi Klinis mengatakan bahwa asupan serat bisa membantu Anda terhindar dari kanker payudara. Semakin banyak Anda makan, maka semakin besar risiko menurun.

Peneliti menemukan bahwa setiap 10 gram serat yang ditambahkan pada makanan harian, maka resiko wanita terkena kanker menurun hingga 7%.

Buah persik

Peneliti di Texas menemukan bahwa, buah persik memiliki level antioksidan yang menyaingi blueberry dan juga mengandung dua tipe polyphenol yang dapat membunuh sel-sel kanker.

Kenari

Kenari mengandung asam alpha-linolenic, salah satu asam lemak omega 3 yang dapat memperlambat perkembangan kanker payudara.

Brokoli

Senyawa yang ditemukan di brokoli, sulforaphane, dapat mengurangi sejumlah akar sel kanker payudara pada seekor tikus. Saat memakan brokoli,

Anda tidak mungkin akan mendapatkan sulforaphane yang sama dengan tikus, tapi cobalah makan brokoli sebanyak mungkin, bila perlu dalam keadaan mentah, karena merebus brokoli dapat merusak beberapa kandungan sulforaphane.

Salmon

Ikan salmon (sarden dan tuna) memiliki kandungan omega 3 yang tidak menyebabkan kenaikan kadar estrogen dalam darah, sehingga baik untuk memperkecil terkena serangan kanker payudara.
READ MORE - Makanan Yang Bisa Mencegah Kanker Payudara