Tampilkan postingan dengan label Ibu. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Ibu. Tampilkan semua postingan

Tips Cara Mengatasi Mabuk Akibat Minuman Keras

Tips Cara Mengatasi Mabuk Akibat Minuman Keras Info sehat blog memiliki tips dan cara mengatasi mabuk akibat minuman keras. Ini bukan berarti kami mendukung Anda untuk mengkonsumsi minuman keras (beralkohol). Justru kami sangat menyarankan Anda untuk menjauhi miras dan sejenisnya, karena selain dilarang (dalam ajaran agama Islam), minuman jenis ini tidak baik untuk kesehatan, kerusakan otak dan pola pikir Anda. Baiklah, mari kita masuk ke poin yang akan kita bahas. Minuman keras seperti topi miring, gin, bir, vodka, martini atau campurannya bisa membuat seseorang mabuk dan hilang kendali karena orang cenderung minum lebih banyak banyak dari jumlah yang dipikirkannya.

Dr Aaron Michelfelder dari Loyola University Stritch School of Medicine di Chicago pernah mengatakan bahwa mabuk dapat menyebabkan kerusakan otak, karenanya seseorang harus merencanakan minuman apa yang ingin dikonsumsinya dan jangan terbawa arus.

Tips Cara Mengatasi Mabuk Akibat Minuman Keras Michelfelder melanjutkan, selama ini masyarakat berpikir minum kopi bisa mengatasi mabuk, padahal kenyataannya tidak. Kopi mungkin bisa membuat seseorang merasa lebih terjaga, tapi kopi tidak mengubah atau mengatasi efek dari mabuk.

Dan berikut ini adalah beberapa hal yang bisa dilakukan untuk mengatasi mabuk, antara lain:

  • Mengonsumsi air putih yang cukup – Dehidrasi merupakan salah satu efek samping utama dari mabuk. Karenanya jika seseorang habis minum, maka segeralah minum 500 ml air kelapa atau air putih. Cairan ini akan membantu menghidrasi dan menyegarkan tubuh serta meningkatkan jumlah elektrolit dan kadar glukosa dalam darah.
  • Zink dan vitamin B – Enzim di dalam hati akan mengubah alkohol menjadi zat yang menyebabkan wajah memerah (asetaldehida), sakit kepala dan mual yang merupakan efek dari mabuk. Untuk mendetoksifikasi alkohol ini, enzim hati memerlukan mineral zink (seng) dan vitamin B terutama B1. Karenanya orang yang sering mengonsumsi alkohol akan rentan terkena kerusakan hati.
  • Minum campuran wortel, bit, jahe dan lemon – Cobalah mencampurkan 3 wortel, bit, setengah cm jahe dan setengah cangkir lemon. Minumlah satu gelas sehari campuran tersebut. Disinyalir, buah bit, wortel, jahe dan lemon adalah bahan-bahan yang baik untuk hati, sebagai terapi dan juga untuk mengurangi efek mabuk.
  • Usahakan perut sudah terisi sebelum minum – Mengonsumsi makanan bergizi yang cukup sebelum pergi ke pesta atau mengonsumsi alkohol akan sangat berguna, karena makanan di perut akan memperlambat penyerapan alkohol oleh tubuh.
  • Melakukan olahraga – Beberapa jenis olahraga berat seperti cardio bisa membantu memompa darah yang membuat tubuh lebih cepat mensirkulasikan darah melalui ginjal dan hati. Hal ini akan membuat tubuh semakin cepat mengeluarkan alkohol dari dalam sistem.

Itulah beberapa cara mengatasi dan mengurangi efek mabuk akibat minum miras (alkohol) secara berlebihan. tapi sekali lagi kami sarankan, lebih baik hindari minuman keras dan sejenisnya karena sangat buruk bagi kesehatan manusia.

Tags:
Cara Mengatasi Mabuk, Jauhi Miras, Minuman Keras, Tips Mengatasi Mabuk
READ MORE - Tips Cara Mengatasi Mabuk Akibat Minuman Keras

Anak Autis Karena Ibu Merokok

Anak Autis Karena Ibu Merokok
Autis
Artikel Informasi Kesehatan Ibu dan Anak Anak Autis Karena Ibu Merokok - Wanita yang merokok selama kehamilan cenderung melahirkan bayi yang menderita salah satu jenis autisme yaitu gangguan Asperger.

"Autisme adalah istilah umum untuk beberapa jenis gangguan yang merusak kemampuan sosial dan komunikasi," ungkap Amy Kalkbrenner, asisten profesor di University of Wisconsin-Milwaukee, Joseph J. Zilber School of Public Health dan ketua tim peneliti.

"Apa yang kami lihat adalah beberapa gangguan pada spektrum autisme bisa jadi dipengaruhi oleh faktor seperti apakah seorang ibu merokok selama kehamilan."

Angka ibu yang merokok selama kehamilan masih tinggi di Amerika Serikat meskipun banyak yang tahu bahwa hal ini dapat memberikan dampak yang berbahaya bagi bayi. Kalkbrenner pun menemukan bahwa 13 persen ibu yang anaknya dilibatkan dalam studi ini merokok selama kehamilan.

Dalam studi yang dipublikasikan di jurnal Environmental Health Perspectives ini, Kalkbrenner dan koleganya membandingkan data dari akte kelahiran ribuan anak dari 11 negara bagian dengan database anak yang didiagnosis menderita autisme yang dimiliki oleh CDC's Autism and Developmental Disabilities Monitoring Network (ADDMN).

Hasilnya, dari 633.989 anak yang lahir pada tahun 1992, 1994, 1996 dan 1998, 3.315 diantaranya diidentifikasi memiliki gangguan spektrum autisme pada usia 8 tahun.

"Studi ini tidak mengatakan secara pasti bahwa merokok merupakan faktor risiko autisme," kata Kalkbrenner seperti dilansir dari LiveScience, Senin (30/4/2012). "Namun studi ini menyatakan adanya kaitan antara merokok dengan tipe-tipe autisme tertentu". Kaitan itu pun membutuhkan studi yang lebih lanjut, tambahnya.

"CDC sendiri baru saja merilis data yang mengindikasikan bahwa 1 dari 88 anak-anak menderita gangguan spektrum autisme," katanya.

Karena autisme melibatkan spektrum yang luas dari kondisi dan interaksi genetika dengan lingkungan yang begitu kompleks, tidak ada studi yang bisa menjelaskan semua penyebab autisme, tambahnya. "Namun tujuan utama dari studi ini adalah untuk membantu menemukan salah satu jawabannya." - Anak Autis Karena Ibu Merokok
READ MORE - Anak Autis Karena Ibu Merokok

Manfaat ASI Sebagai Anti Kanker

Manfaat ASI Sebagai Anti Kanker
Air susu ibu (ASI)
Artikel Informasi Kesehatan Ibu dan Anak Manfaat ASI Sebagai Anti Kanker - Air susu ibu (ASI) diketahui mengandung berbagai nutrisi yang sangat berguna bagi bayi. Ternyata salah satu kandungan protein dari ASI ini memiliki sifat sebagai anti kanker.

Studi menunjukkan tingginya kadar protein TNF-related apoptosis inducing ligand (TRIAL) di dalam susu manusia merupakan salah satu sumber aktivitas anti kanker dari ASI.

Para peneliti mengambil sampel dari kolostrum (susu pertama yang keluar untuk bayi baru lahir) serta ASI dari perempuan yang baru menjadi ibu. Lalu peneliti juga mengambil sampel darah dari perempuan sehat serta susu formula.

Ibu-ibu yang terlibat dalam penelitian ini telah dites terlebih dahulu dan memenuhi syarat karena tidak menunjukkan tanda-tanda eklampsia, infeksi atau demam, sehingga bisa melahirkan bayi yang sehat.

Selanjutnya peneliti mengukur tingkat TRAIL dari kolostrum, ASI, darah (serum) dan susu formula. Ditemukan kolostrum dan ASI mengandung 100-400 kali lipat kadar TRAIL yang lebih tinggi dibanding darah, sedangkan pada susu formula tidak ditemukan TRAIL.

"TRAIL merupakan kandidat kuat untuk menjelaskan efek biologis secara menyeluruh dari menyusui dalam melawan kanker," ujar peneliti, seperti dikutip dari MedIndia, Kamis (26/4/2012).

Selain itu hasil studi ini juga menguatkan peran penting dalam pencegahan kanker pada anak, seperti kanker lymphoblastic leukemia, penyakit Hodgkins serta neuroblastoma yang banyak menyerang anak-anak.

Diketahui kanker anak terjadi sekitar 2-4 persen dari seluruh kasus kanker pada manusia dan menyebabkan 10 persen kematian pada anak. Kanker anak kemungkinan besar dapat disembuhkan jika ditemukan pada stadium dini.

Tapi sayangnya melakukan deteksi dini kanker anak tidaklah mudah, karena anak-anak belum dapat memahami dan menceritakan gejala yang dirasakannya. Karena itu peran orang-orang di sekitarnya sangat penting dalam mendeteksi adanya gejala-gejala kanker - Manfaat ASI Sebagai Anti Kanker.
READ MORE - Manfaat ASI Sebagai Anti Kanker

Tips Menjauhkan Obat Dari Jangkauan Anak

Tips Menjauhkan Obat Dari Jangkauan Anak
Artikel Informasi Kesehatan Ibu dan Anak Tips Menjauhkan Obat Dari Jangkauan Anak - Anak Anda seringkali mudah terserang flu dan batuk. Tapi memberikan obat flu dan batuk pada anak di bawah umur 6 tahun sangat berbahaya. Menurut American Academy of Pediatrics, pemberian obat pada anak belum terbukti efektif dan menyebabkan overdosis.

Tips menjauhkan obat dari jangkauan anak. Berikut 5 hal yang harus diperhatikan oleh ibu agar anak Anda aman dari obat-obatan yang dapat membahayakan kesehatannya seperti dilansir dari ivillage, Jumat (20/4/2012) antara lain:

1. Jangan menggunakan obat dingin pada anak-anak di bawah usia 6
Jika anak Anda berumur di bawah 6 tahun, jangan mengobati sakitnya dengan menggunakan obat batuk atau penurun demam.

2. Simpanlah obat-obatan di Tempat yang Jauh dari Jangkauan Anak-anak
Akan lebih mudah untuk menyimpan obat-obatan di laci meja yang terkunci agar anak tidak mudah menemukannya ketika sedang bermain.

3. Jangan Menyebut Obat sebagai Permen
Terkadang orang tua menyebut obat atau vitamin hisap dengan sebutan permen agar anak-anak mudah untuk meminumnya. Tetapi hal ini akan berbahaya bagi anak Anda ketika anak menemukan obat-obatan dan berada di luar pengawasan Anda.

4. Jangan Minum Obat di Depan Anak Anda
Rasa penasaran anak pada usia balita sangat tinggi. Anak cenderung mengikuti apa yang dilakukan oleh orang tua yang terlihat olehnya.

5. Menginformasikan Seluruh Penghuni Rumah untuk Berhati-hati
Anda mungkin benar-benar telah menjauhkan anak Anda dari obat-obatan. Tetapi jika ada orang lain yang tinggal di rumah Anda seperti pembantu atau pengasuh bayi, lebih baik Anda menginformasikan hal yang tidak boleh dilakukan kepada anak Anda mengenai obat-obatan - Tips Menjauhkan Obat Dari Jangkauan Anak.
READ MORE - Tips Menjauhkan Obat Dari Jangkauan Anak