Tampilkan postingan dengan label Kehamilan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kehamilan. Tampilkan semua postingan

Tanda - Tanda Kehamilan


img

Tanda - Tanda Kehamilan atau ciri - ciri hamil mudaTerkadang kita sering tidak menyadari gejala-gejala yang terjadi Ketika kehamilan datang. Padahal kondisi janin yang masih beberapa minggu di dalam kandungan harus dijaga kesehatannya agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, seperti keguguran. 


Untuk itu mengetahui tanda-tanda kehamilan sejak dini sangat penting. Ini beberapa tanda kehamilan yang umum terjadi.

1. Terlambat haid



Terlambat haid merupakan tanda awal kehamilan paling jelas dan umum. Jika Anda biasa mendapatkan menstruasi secara teratur, keterlambatan haid lebih dari seminggu harus dicermati, cobalah untuk melakukan tes uji kehamilan. Tes uji kehamilan ini dapat Anda lakukan menggunakan alat yang dijual bebas di apotek atau supermarket. Akan tetapi, bagi Anda yang memang sering mendapatkan haid tidak teratur, bisa jadi keterlambatan ini akibat stress, pola makan atau terlalu lelah. Namun tidak ada salahnya juga untuk rutin melakukan tes kehamilan jika Anda terlambat mendapatkan haid untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan.


2. Morning Sickness



Morning sickness adalah perasaan tidak nyaman pada pagi hari, gejala ini dialami oleh sebagian besar ibu hamil. Penyebabnya adalah perubahan hormone dalam darah yang mengakibatkan pedih pada lapisan perut dan menimbulkan rasa mual. Rasa mual ini biasanya terjadi pada trimester pertama kehamilan dan akan menghilang sejalan dengan pertambahan usia kehamilan. meskipun dinamakan morning sickness, pada kenyataannya mual dan muntah dapat terjadi pada siang dan malam hari. Bagaimana tips mengatasinya? Baca lebih banyak tentang morning sickness di sini…


3. Sering Buang Air Kecil



Saat hamil, terjadi perubahan hormone dalam darah yang menyebabkan sirkulasi darah dalam tubuh meningkat. Hal ini menyebabkan ginjal bekerja lebih keras sehingga memproduksi air seni lebih banyak. Semakin besar kehamilan, semakin besar pula ukuran janin, sehingga menekan organ-organ di dalam tubuh Anda, termasuk kandung kemih. Akibatnya kapasitas kandung kemih menjadi lebih sempit sehingga lebih cepat penuh dan membuat Anda lebih sering ingin buang air kecil. Akan tetapi, sering buang air kecil bukanlah sesuatu yang membahayakan, jadi Anda tidak perlu khawatir. Jangan mengurangi konsumsi air agar Anda tidak dehidrasi.


4. Mudah lelah



Gampang merasa lelah saat hamil diakibatkan oleh meingkatnya kadar hormone progesterone dalam tubuh. Hormone progesterone adalah depresan alami bagi system syaraf pusat yang menyebabkan Anda mudah merasa mengantuk. Selain itu pada trimester pertama ini tubuh akan bekerja jauh lebih keras memompa hormone dan memproduksi lebih banyak darah agar nutrisi janin terpenuhi. Rasa khawatir juga turut mengambil peran dalam menyerap energi Anda saat hamil. Perbanyak waktu istirahat dan konsumsi makanan bergizi. Menambah pengetahuan seputar kehamilan dapat membantu mengurangi kekhawatiran, Anda dapat bertanya langsung kepada tim careline Club Nutricia untuk informasi lebih lengkap tentang kehamilan.


5. Rasa Aneh di Mulut



Perubahan hormone saat hamil juga mempengaruhi indra perasa dan penciuman Anda. Kadang muncul rasa aneh seperti rasa logam dalam mulut. Perubahan ini membuat Anda tidak suka makanan tertentu dan hanya mau makan makanan tertentu pula. Akali perubahan selera makan ini dengan mengkonsumsi makanan dalam porsi yang kecil namun lebih sering. Ini penting agar Anda dan janin dalam kandungan tetap mendapatkan nutrisi yang cukup agar dapat tumbuh sehat.


6. Payudara Berubah



Perubahan paling nyata saat hamil adalah perubahan fisik. Salah satu tanda awal kehamilan yang paling umum adalah perubahan pada payudara Anda. Selain ukurannya yang menjadi lebih besar, payudara terasa lebih berat, sakit atau nyeri bila dipegang. Selain itu, areola atau daerah kecokelatan di sekitar puting payudara, akan makin menghitam dan melebar. Perubahan ini akibat meningkatnya produksi hormon esterogen dan progesterone, juga sebagai persiapan untuk memproduksi ASI bagi si Kecil nanti.


7. Kram perut & bercak merah muda



Antara minggu ke 3 dan ke 4 kehamilan, Anda akan mengalami flek yang diakibatkan oleh tertanamnya sel telur yang telah dibuahi di dalam rahim (implantasi). Darah dilepas saat telur yang dibuahi melekatkan diri ke dinding rahim. Flek ini juga diiringi oleh kram perut sehingga kadang salah dimengerti sebagai haid. Bagaimana cara membedakannya dengan darah haid? Flek yang terjadi di masa awal kehamilan berwarna lebih muda dan lebih sedikit daripada darah haid, selain itu jika dicermati terjadi lebih awal dari jadwal haid Anda. Untuk lebih jelasnya, Anda dapat membaca uraian dari konsultan kandungan Club Nutricia mengenai berwarna merah muda di sini…




8. Kembung
kembung adalah gejala kehamilan yang terjadi karena perubahan rahim. Jelas ini adalah gejala yang dapat terjadi setelah makan makanan tertentu sehingga tidak hanya merupakan gejala kehamilan. 



9. Lakukan Uji Kehamilan



Bila Anda sudah mengalami dan mengenali tanda-tanda awal kehamilan seperti di atas namun belum merasa yakin, langkah selanjutnya sebelum memeriksakan diri dan memastikan kehamilan pada dokter kandungan adalah dengan melakukan tes uji kehamilan di rumah dari sejak hari pertama Ibu terlambat haid. Alat ini biasanya digunakan dengan meneteskan air seni pertama yang keluar setelah bangun tidur di pagi hari. Pada saat hamil, terjadi peningkatan hormone HCG (Human chorionic Gonadotrophin). Selain dalam darah, peningkatan hormon ini juga terjadi pada saluran air kencing. Karenanya tes kehamilan menggunakan alat dilakukan melalui media air seni, hal ini dilakukan untuk mengukur terjadinya peningkatan kadar hormon HCG tersebut. Alat tes uji kehamilan ini bisa Anda beli secara bebas di apotek atau supermarket. 
READ MORE - Tanda - Tanda Kehamilan

Cara Mencegah Bayi Lahir Dengan Cacat Mental

Cara Mencegah Bayi Lahir Dengan Cacat Mental
Ilustrasi
Artikel Informasi Kesehatan Ibu dan Anak Cara Mencegah Bayi Lahir Dengan Cacat Mental - Belakangan ini sering terdengar banyak kasus tentang autisme pada anak. Cacat mental dan kelainan pada anak dapat diminimalisir dengan tindakan preventif dari sang ibu ketika hamil.

Studi baru menghubungkan peningkatan angka autisme secara dramatis dipengaruhi oleh mutasi genetik. Studi lain menyatakan autisme disebabkan oleh antidepresan dan faktor lingkungan lainnya.

Laporan terakhir mengatakan 1 diantara 88 anak menderita autis. Hal ini bukan berita yang mengejutkan lagi, mengingat dunia kini diliputi bahan kimia, stres, depresi, lingkungan yang kacau dan sejumlah besar penyakit.

Berikut 5 tindakan yang dapat dilakukan oleh ibu untuk mencegah kelahiran bayi dengan cacat mental seperti dikutip dari fitpregnancy, Selasa (24/4/2012) antara lain:

1. Jangan Terlalu Parno akan Keganjilan Otak Anak
1 dari 88 bayi menderita autis adalah statistik yang menakutkan. Tapi hal ini berarti masih banyak kemungkinan Anda melahirkan bayi yang sehat. Keganjilan pada otak bayi bukan hanya pertanda autisme tetapi mungkin saja anak memiliki otak yang jenius atau sangat sensitif, artistik, ilmiah, memiliki musikalitas tinggi, atau berbakat seperti Albert Einstein, yang sebelumnya dicurigai menderita autis. Lakukan kontrol ke dokter secara teratur terhadap perkembangan anak Anda.

2. Atasi stres
Stres dan depresi emosional merupakan kasus yang telah umum, khususnya di kalangan perempuan. Jangan menggunakan obat antidepresan untuk meredakan stres karena menurut beberapa studi sebelumnya hal ini berbahaya bagi janin.

Anda dapat mengurangi stres dengan melakukan meditasi, berolahraga, terapi atau mengonsultasikannya kepada dokter agar mendapatkan saran yang tepat.

3. Ubah Lingkungan Anda
Lingkungan rumah yang sehat akan membuat bayi dalam kandungan Anda juga tumbuh dengan sehat. Mulailah mengubah lingkungan Anda dengan membersihkan sumbatan di parit, membersihkan perabot rumah dengan bahan pembersih yang alami seperti baking soda, jus lemon, cuka dan air panas.

4. Mengubah diet Anda
Setiap makanan yang Anda makan akan diserap ke dalam aliran darah Anda. Pewarna dalam permen, perasa buatan dalam sirup dan pengawet dalam makanan kemasan akan ditransfer melalui plasenta yang dapat merangsang pertumbuhan otak kecil bayi dalam rahim Anda.

Jika Anda seorang pria, zat-zat berbahaya yang terkandung dalam makanan tersebut akan berpengaruh pada kualitas sperma. Sekarang ini sedang diadakan penelitian mengenai mutasi genetik yang dikaitkan dengan autisme dengan meneliti sperma.

5. Jangan Terlalu Over dalam Vaksinasi
Kekhawatiran mengenai risiko cacat mental yang mengancam jiwa anak Anda tidak harus diantisipasi dengan memberikan berbagai macam vaksin. Jika hal itu dilakukan maka akan membuat nyawa anak terancam karena pemberian vaksin yang tepat harus diberikan satu per satu sesuai dengan umur bayi. Konsultasikan dengan dokter sebelum memberikan vaksinasi pada anak Anda - Cara Mencegah Bayi Lahir Dengan Cacat Mental.
READ MORE - Cara Mencegah Bayi Lahir Dengan Cacat Mental

Hubungan Kafein Dengan Terjadinya Keguguran

Hubungan Kafein Dengan Terjadinya Keguguran
Kafein
Artikel Informasi Kesehatan Ibu dan Anak Hubungan Kafein Dengan Terjadinya Keguguran - Wanita hamil sebaiknya menghindari minuman kopi atau berkafein karena berdasarkan hasil penelitian terbaru konsumsi kafein dapat memperbesar risiko mengalami keguguran.

Hasil riset terbaru yang dipublikasikan American Journal of Obstetrics and Gynaecology mengungkapkan bahwa konsumsi kopi - bahkan dalam tingkat moderat di awal masa kehamilan - dapat meningkatkan kemungkinan keguguran.

Food Standards Agency sebenarnya telah memberi batas maksimal untuk konsumsi kafein selama hamil yakni sekitar 300mg atau setara dengan empat cangkir kecil kopi setiap hari. Namun dari penelitian terungkap fakta bahwa wanita hamil yang mengonsumsi lebih dari 200mg kafein setiap hari mengalami peningkatan risiko hingga dua kali lipat ketimbang yang tidak mengonsumsinya.

Sejauh ini, ada tiga faktor risiko yang dikenal dapat memicu terjadinya keguguran seperti usia saat kehamilan, sejarah mengalami keguguran, serta infertilittas. Namun penyebab utama keguguran belum sepenuhnya dapat dipahami oleh para ahli kesehatan. Kafein sendiri merupakan faktor risiko yang kerap diperdebatkan, tetapi sejumlah penelitian menunjukkan hasil yang bertolak belakang.

Untuk riset yang paling mutakhir ini, Dr De-Kun Li dan koleganya di Kaiser Permanente Division of Research, meneliti 1.063 wanita yang baru memasuki usia kehamilan satu hingga dua bulan. Peneliti meminta para wanita untuk membuat catatan harian mengenai asupan kafein dari awal masa hamil hingga pekan ke-20.

Ketika peneliti membandingkan informasi ini dengan jumlah wanita yang mengalami keguguran hingga 20 minggu kehamilan, tercatat 172 wanita memiliki kaitan dengan kafein. Perbandingan antara yang tidak mengonsumsi kafein dengan wanita yang mengonsumsi hingga 200mg kafein sehari dari segi peningkatan risikonya mencapai 15% versus 12%. Sedangkan wanita yang meminum lebih dari 200mg risikonya mencapai 25%.

"Pesan utama buat para wanita hamil dari temuan ini adalah mereka mungkin seharusnya mempertimbangkan untuk menghentikan konsumsi kafein selama kehamilan," ungkap Dr Li.

Menurut peneliti, asupan kafeine dapat melewati plasenta hingga masuk kandungan. Namun belum jelas bagaimana kafein dapat mempengaruhi pertumbuhan bayi.

Para ahli mengatakan bahwa mereka siap mereview kembali riset ini jika ada saran untuk mengubahnya. Namun Pat O'Brien, konsultan kebidanan dan jurubicara Royal College of Obstetricians and Gynaecologists, mengatakan munculnya temuan ini membuat pihaknya harus menyarankan para wanita hamil untuk menghindari kafein dalam 12 minggu pertama kehamilan.

"Masa 12 minggu pertama kehamilan adalah periode yang sangat rentan untuk bayi. Pada tahap inilah kasus keguguran seringkali terjadi," ujarnya.

Ia menambahkan, sebagian besar wanita di awal masa kehamilan juga sebaiknya menghindari minuman-minuman beraroma kafein dan seringkali memang sulit untuk membuat mereka pantang menikmatinya. Namun begitu,O'Brien mengakui pula bahwa hingga saat ini belum jelas apakah wanita hamil wajib menghindari kafein pada masa-masa hamil tua - Hubungan Kafein Dengan Terjadinya Keguguran.
READ MORE - Hubungan Kafein Dengan Terjadinya Keguguran

Kebutuhan Energi dan Gizi Ibu Hamil

Kebutuhan Energi dan Gizi Ibu Hamil
Energi dan Gizi Ibu Hamil 
Artikel Informasi Kesehatan Ibu dan Anak Kebutuhan Energi dan Gizi Ibu Hamil - Kehamilan merupakan salah satu peristiwa paling membahagiakan dan menantang dalam kehidupan seorang wanita. Banyak hal harus disiapkan mulai dari menghindari segala bentuk candu yang berbahaya seperti rokok, minuman, dan masih banyak lagi.

Lingkungan sekitar dan makanan yang Anda asup akan mempengaruhi tumbuh kembang bayi. Karena inilah saatnya bayi mulai bertumbuh dan berkembang. Tidak heran bila gizi dan energi ekstra sangat diperlukan untuk mendukung tuntutan metabolisme si janin juga sang ibu sendiri.

Kebutuhan energi setiap orang berbeda-beda dan pada umumnya wanita hamil dianjurkan untuk menambah konsumsi kalori hariannya hingga 300 kilo kalori. Ini sama dengan :
• 2 potong roti gandum dengan keju atau
• 200 gram yogurt dengan 45gram sereal gandum/havermut atau
• Tambahan ½ mangkuk nasi atau tambahan ½ mangkuk mie untuk makan malam atau
• 1 gelas susu skim, 1 lembar daging/ayam/ikan ukuran sedang dan 150gram yogurt

Yang jelas, amat penting bagi wanita hamil untuk melakukan diet seimbang dan sehat, yang terdiri dari semua kelompok makanan seperti susu, buah-buahan, sayuran, ikan, daging, telur, lemak dan karbohidrat. Dengan demikian, Anda akan bisa mendapatkan jumlah energi yang cukup. Gunakanlah piramida makanan sehat sebagai pedoman memilih menu makanan dan ingatlah untuk terus makan yang bervariasi.

Di bagian bawah piramida makanan sehat adalah makanan yang harus sering dikonsumsi karena rendah lemak, kaya serat dan mengenyangkan. Beberapa pilihan makanan sumber karbohidrat adalah nasi, sereal gandum, roti berserat, nasi basmati, nasi coklat, mie dan pasta.

Di bagian tengah piramid adalah makanan yang sebaiknya dimakan dengan porsi secukupnya karena banyak mengandung protein, berbagai jenis vitamin dan mineral. Beberapa pilihannya adalah daging, ikan, ayam, makanan laut, telur, tahu, buncis, kacang, kacang polong dan produk susu rendah lemak. Jangan lupa untuk menambahkan buah dan sayuran setiap harinya.

Sementara makanan yang harus dimakan sedikit saja terletak di bagian paling atas piramid. Karena makanan ini banyak mengandung gula, lemak, garam dan alkohol. Meskipun lemak baik itu penting, namun lemak sebaiknya dikonsumsi sedikit saja karena tubuh kita telah menerima asupan lemak dari pola makan di hari-hari biasa. Ada baiknya hindari menambah berat yang tidak perlu saat mengandung! - Kebutuhan Energi dan Gizi Ibu Hamil.
READ MORE - Kebutuhan Energi dan Gizi Ibu Hamil

Mencegah Preeklamsi Dengan Makanan Tinggi Serat

Mencegah Preeklamsi Dengan Makanan Tinggi Serat
Makanan Berserat
Artikel Informasi Kesehatan Ibu dan Anak Mencegah Preeklamsi Dengan Makanan Tinggi Serat Makanan berserat bagi ibu hamil ternyata bisa berarti sangat penting. Menambah asupan serat dalam menu makanan sehari-hari terbukti dapat menurunkan risiko mengidap preeklamsia.

Sebuah riset yang dimuat American Journal of Hypertension menunjukkan, wanita hamil yang meningkatkan asupan seratnya sebanyak 5 gram sehari—setara dengan 2 helai roti gandum murni—mengalami penurunan risiko preeklamsia sekitar 14 persen.

Dr Chunfang Qiu dan timnya dari Swedish Medical Center di Seattle, Washington, melaporkan hasil temuan bahwa tingginya asupan serat sebelum dan selama awal kehamilan dapat menurunkan risiko preeklamsia secara signifikan di antara 1.538 wanita hamil yang mereka pantau.

Qiu mengumpulkan data tentang asupan serat dalam kurun 3 bulan sebelum dan selama awal kehamilan dari para partisipan yang kehamilannya tidak mengalami komplikasi. Selama riset, tercatat 64 partisipan mengidap preeklamsia.

Mencegah preeklamsi dengan makanan tinggi serat. Dari hasil analisis terungkap, wanita yang mengonsumsi sedikitnya  21,2 gram serat per hari risikonya 67 persen lebih rendah mengidap preeklamsia dibanding mereka yang asupan seratnya kurang dari 11,9 gram sehari.  Peneliti mencatat bahwa setiap penambahan  5 gram asupan serat dalam sehari berarti dapat menurunkan risiko preeklamsia  hingga 14 persen.

Perhitungan ini diambil setelah peneliti mempertimbangkan faktor lainnya yang berpotensi memicu preeklamsia seperti asupan energi total, usia kehamilan, ras/etnis, jumlah kehamilan, dan berat badan sebelum kehamilan. Selain itu, wanita yang asupan seratnya paling tinggi kadar trigliseridanya tercatat 12 poin lebih rendah dan kadar HDL-nya (kolesterol baik) 2,6 poin lebih tinggi dibanding wanita yang asupan seratnya rendah.

Preeklamsia merupakan suatu  kondisi berbahaya pada wanita hamil dan penyebab utama kelahiran prematur. Preeklamsia ditandai dengan peningkatan tekanan darah, pembengkakan pada wajah dan tumit,  serta adanya protein dalam urine. Preeklamsia dialami satu dari 10 wanita hamil. Bayi dari ibu yang mengalami preeklamsia kebanyakan lahir prematur dan terganggu perkembangannya - Mencegah Preeklamsi Dengan Makanan Tinggi Serat.
READ MORE - Mencegah Preeklamsi Dengan Makanan Tinggi Serat

Manfaat Probiotik Saat Masa Kehamilan dan Menyusui

Manfaat Probiotik Saat Masa Kehamilan dan Menyusui
Masa Menyusui
Artikel Informasi Kesehatan Ibu dan Anak Manfaat Probiotik Saat Masa Kehamilan dan Menyusui - Kehamilan dan menyusui adalah dua proses paling penting yang dapat menentukan kesehatan bayi. Hasil kajian ilmiah terbaru menunjukkan bahwa pemberian probiotik selama masa kehamilan dan menyusui dapat mempromosikan atau meningkatkan sistem kekebalan pada bayi.

"Alergi dan eksim adalah dua masalah kesehatan yang sering dialami oleh bayi baru lahir. Dengan probiotik, daya tahan tubuh akan meningkat dan mengurangi risiko berkembangnya penyakit tersebut," kata Erika Isolauri, MD, D. Med. Sci, pakar ilmu kesehatan bayi dari Universitas Turku, Finlandia dalam acara temu media, Selasa, (13/3/2012), di Jakarta..

Erika menerangkan, ketika seorang ibu mengonsumsi probiotik selama kehamilan dan menyusui, maka akan merangsang tubuh memproduksi immunoglobulin A (sistem komponen kekebalan yang membantu mempertahankan tubuh terhadap alergen) yang ditransfer ke bayi melalui darah atau ASI.
Hal ini berarti, ibu akan memberikan bayinya sistem kekebalan tubuh yang diperlukan untuk melawan risiko alergi dan eksim selama dua tahun pertama. Eksim adalah suatu kondisi kulit yang ditandai dengan gatal parah, sering dengan kemerahan dan pengelupasan.

"Manfaat lainnya, probiotik juga membantu menyehatkan keseimbangan mikrobiota usus sejak dini, sehingga dapat dijadikan cara untuk mengontrol kenaikan berat badan yang berlebihan," jelasnya.

Probiotik adalah mikroorganisme hidup yang mirip dengan mikroorganisme menguntungkan yang ditemukan secara alami dalam usus manusia. Erika mengungkapkan, probiotik bisa didapatkan dalam bentuk produk makanan yang diperkaya dengan bakteri seperti Lactobacillus rhamnosus dan Bifidobacterium.

Melahirkan caesar, bayi kurang probiotik
Sementara itu Prof.DR.Dr.med Ali Baziad Sp.OG (K) dari Brawijaya Hospital mengatakan, populasi mikrobiota di dalam usus bayi sangat dipengaruhi oleh faktor genetik, cara persalinan, lingkungan saat kelahiran, dan pola atau kebiasaan pemberian makanan.

Menurut Ali, untuk ibu hamil yang memilih persalinan dengan cara caesar, bayi mereka akan cenderung memiliki sedikit kandungan probiotik di dalam tubuhnya. Di samping itu, berat badan yang berlebihan dan penggunaan antibiotik yang terlampau sering juga dapat menurunkan supplay bakteri baik dari ibu ke bayi.

"Kebanyakan ibu sekarang maunya lahir caesar. Padahal kalau lahir caesar bayi kurang mendapatkan probiotik. Akibatnya risiko bayi menderita asma, infeksi, dan alergi akan meningkat," ucapnya.

Ali menerangkan, pada bayi yang lahir dengan cara normal, bayi akan terpapar lebih banyak probiotik karena kontak dengan usus ibu berlangsung cukup lama. Selain itu, ketika bayi melewati vagina, ia juga akan terpapar kuman sehat yang ada di vagina ibunya.

"Oleh karena itu, jangan sering-sering cuci vagina, misalnya pake daun sirih dan atau bahan lainnya, karena kuman sehat bisa mati," terangnya.

Lebih lanjut Ali mengimbau agar para ibu menyusui tidak malas dalam memberikan ASI kepada bayi mereka karena ASI mengandung probiotik dan prebiotik (oligosakrida) alami yang sangat dibutuhkan oleh bayi. ASI kaya akan kandungan bioaktif, memberikan tidak hanya perlindungan pasif, namun juga secara aktif menstimulasi perkembangan sistem imun bayi - Manfaat Probiotik Saat Masa Kehamilan dan Menyusui.
READ MORE - Manfaat Probiotik Saat Masa Kehamilan dan Menyusui

Faktor Penyebab Yang Bisa Menghambat Kehamilan

Faktor Penyebab Yang Bisa Menghambat Kehamilan

Artikel Informasi Kesehatan Ibu dan Anak Faktor Penyebab Yang Bisa Menghambat Kehamilan - Berencana untuk mempunyai anak tetapi sulit mendapatkan kehamilan? Mungkin ada masalah dengan kesuburan pasangan. Kehamilan bukan hanya dipengaruhi oleh faktor kesuburan saja, tetapi beberapa gaya hidup dapat menghambat kehamilan.

Berikut 9 faktor yang bisa menghambat kehamilan seperti dikutip dari lifescript, Rabu (25/4/2012) antara lain:

1. Menunda Kehamilan Terlalu Lama
Kebanyakan wanita menunda kehamilan demi mengejar karir. Padahal, ketika Anda mulai menginjak usia 30 - 40 tahun, akan sulit untuk hamil. Bahkan ketika wanita berumur 45 tahun, hampir tidak mungkin bisa hamil.

"Semakin tua usia wanita, jumlah produksi sel telurnya akan berkurang dan terjadi penurunan kualitas secara dramatis. Tubuh wanita tidak dirancang evolusioner untuk hamil dengan mudah seperti ketika wanita berada di usia 20-an tahun," kata Mousa Shamonki, MD, direktur spesialis kesuburan di University of California.

Jika Anda telah menemukan pasangan hidup dan berencana memiliki beberapa anak, sebaiknya jangan menunda kehamilan terlalu lama demi karir atau alasan lain.

2. Penyakit Menular Seksual (PMS)
Human papillomavirus atau HPV, adalah infeksi menular seksual yang paling umum. Hal ini dapat mengakibatkan displasia serviks, pertumbuhan abnormal sel dan kanker jika tidak terdeteksi.

Prosedur penghapus sel-sel yang abnormal karena infeksi virus HPV kadang-kadang membuat sulit untuk hamil atau membawa bayi untuk istilah. Jika tidak segera diobati, sekitar 10% -15% wanita dengan penyakit klamidia akibat HPV akan menderita penyakit radang panggul (PID), yang dapat merusak tuba falopi dan jaringan dalam dan dekat uterus dan ovarium.

Sebanyak 93% wanita yang pernah mengalami masalah pada tuba falopi karena PID tidak dapat hamil sesudahnya.

3. Jumlah Sperma Sedikit
Kesuburan tidak tergantung pada wanita saja, tetapi juga pada sperma pria. Jumlah sperma yang rendah atau kurang dari 20 juta sperma per mililiter air mani sangat kurang untuk membuahi sel telur. Menurut Mayo Clinic, ejakulasi normal harus mengandung setidaknya 39 juta sperma.

Seorang wanita tetap bisa hamil meskipun jumlah sperma yang dikeluarkan oleh suaminya terlalu sedikit, tetapi akan membutuhkan waktu yang lama. Konsultasikan mengenai masalah rendahnya produksi sperma tersebut ke dokter.

4. Anda Terlalu Kurus
Hampir semua wanita mengidamkan tubuh yang langsing dan indah dengan cara berolahraga dan diet ketat. Orang yang terlalu ramping akan cenderung susah hamil.

"Kurangnya lemak bisa memperlambat produksi hormon-hormon yang diperlukan untuk ovulasi, termasuk hormon estrogen. Estrogen dan testosteron, yang merangsang produksi sperma berasal dari kolesterol. Jadi sedikit lemak bagus untuk wanita hamil," kata John Norian, M.D., dokter spesialis kesuburan di Loma Linda University’s Center for Fertility, California.

Mintalah dokter Anda untuk menentukan berat badan yang ideal untuk mengoptimalkan kesuburan.

5. Anda Terlalu Gemuk
Wanita yang mempunyai masalah kelebihan berat badan juga mungkin sulit untuk hamil. Hal ini karena sel-sel lemak terlalu banyak menyebabkan kelebihan produksi estrogen, sehingga ovulasi tidak teratur. Juga, obesitas dapat meningkatkan risiko keguguran. "Pada pria kelebihan berat badan, akan membuat gerak sperma lambat dan jumlah sperma mungkin turun karena testis menjadi terlalu hangat karena badan yang gemuk," kata Norian.

Cobalah untuk menurunkan berat badan sebelum mencoba untuk hamil.

6. Berolahraga terlalu Berat
Olahraga memang sangat baik untuk Anda, tetapi olahraga yang terlalu berat malah akan membuat Anda susah mendapatkan kehamilan.

"Wanita yang terlalu keras berolahraga akan kehilangan lemak tubuh yang membantu memproduksi estrogen, yang memacu ovulasi. Berolahraga cukup dilakukan 4-5 hari per minggu selama 30 menit untuk menjaga denyut jantung 120-130 denyut per menit," kata Norian.

Pria yang berolahraga terlalu banyak juga dapat menaikkan suhu internal dari testis yang menyebabkan sperma mati. Olahraga yang terlalu over juga dapat mempengaruhi bentuk sperma, faktor utama dari infertilitas.

7. Konsumsi Suplemen
Kadang-kadang kebiasaan yang baik, seperti mengonsumsi vitamin, ternyata berisiko terhadap kehamilan. Terlalu banyak vitamin A yang disimpan dalam tubuh dapat menyebabkan cacat lahir, kelainan hati dan gangguan lain.

Wanita 19 tahun dan lebih tua harus mengambil tidak lebih dari 5.000 IU per hari, yang setidaknya 50% berasal dari beta-karoten, biasanya jumlah dalam multivitamin. Berhati-hatilah dalam mengonsumsi suplemen. Pastikan suplemen yang Anda konsumsi tidak menghambat beberapa hormon yang mengganggu kesuburan.

8. Pelumas
Hampir setiap pelumas dapat membahayakan sperma dan berisiko terhadap infertilitas. Periksa label pelumas untuk memastikan cairan tersebut tidak mengandung bahan spermisida. Jika Anda harus menggunakan pelumas, pilihlah pelumas dengan bahan berbasis air, bukan berbasis minyak bumi karena dapat memperlambat sperma.

9. Faktor Lain
Beberapa faktor yang mengahmbat kehamilan adalah kebiasaan merokok, mengonsumsi minuman beralkohol, dan terlalu banyak asupan kafein dalam tubuh - Faktor Penyebab Yang Bisa Menghambat Kehamilan.
READ MORE - Faktor Penyebab Yang Bisa Menghambat Kehamilan

Cegah Anemia Saat Hamil Dengan Makan Pisang

Cegah Anemia Saat Hamil Dengan Makan Pisang
Ibu Hamil
Artikel Informasi Kesehatan Ibu dan Anak Cegah Anemia Saat Hamil Dengan Makan Pisang - Anemia akibat kekurangan zat besi merupakan penyebab utama kematian ibu saat melahirkan. Untuk mencegah kejadian buruk ini, ibu hamil disarankan untuk banyak memakan pisang.

"Saat hamil, tubuh ibu membutuhkan banyak energi. Pisang adalah makanan terbaik karena mengandung vitamin yang diperlukan. Dua buah pisang cukup memenuhi asupan zat besi pasien anemia. Pisang juga mengandung asam folat yang mudah diserap janin melalui rahim," kata Kathleen Zelman, MPH, RD, direktur Nutrisi dan Klinik Penurunan Berat Badan WebMD seperti dilansir WebMD, Senin (12/3/2012).

Asam folat atau vitamin B9 adalah jenis vitamin B yang larut dalam air. Asam folat terkandung secara alami dalam makanan. Pada manusia, asam folat diperlukan untuk membuat asam nukleat dan hemoglobin dalam sel darah merah. Kekurangan asam folat dapat mengganggu pembentukan sel darah merah muda dan menyebabkan anemia.

Cegah anemia saat hamil dengan makan pisang. Asam folat penting untuk perkembangan selubung saraf selama kehamilan yang membentuk otak dan sumsum tulang belakang. Kekurangan asam folat pada wanita hamil meningkatkan risiko kelahiran prematur, bayi dengan berat lahir rendah atau mengalami cacat pada selubung sarafnya.

Banyak penelitian menunjukkan bahwa wanita yang mengkonsumsi 0,4 mg asam folat setiap hari sebelum pembuahan dan awal kehamilan dapat mengurangi risiko melahirkan bayi cacat tabung saraf hingga 70%. Namun, jangan makan pisang berlebihan sebab satu buah pisang mengandung sekitar 85-100 kalori.

"Mual di pagi hari saat hamil merupakan tanda pertama kehamilan dan sering berlangsung hingga trimester pertama. Tetapi rasa sakit bisa terjadi setiap saat bukan hanya di pagi hari. Pisang yang juga diperkaya vitamin B6 dapat menenangkan asam lambung dan meningkatkan pencernaan," imbuh dr Zelman.

Satu buah pisang juga mengandung sekitar 467 mg kalium, dan ibu hamil perlu 2000 mg kalium setiap harinya. Diyakini bahwa kram kaki, salah satu gejala yang paling tidak menyenangkan selama kehamilan, dapat diredakan dengan meningkatkan asupan kalium.

"Anemia akibat kekurangan zat besi adalah masalah utama ibu hamil, terutama saat melahirkan anak, dan merupakan salah satu penyebab utama kematian ibu saat melahirkan. Pisang yang kaya zat besi bisa berdampak besar pada pemecahan masalah anemia karena kekurangan zat besi," kata Profesor James Dale, direktur Pusat Tanaman Tropis dan Biocommodities di Queensland University of Technology - Cegah Anemia Saat Hamil Dengan Makan Pisang.
READ MORE - Cegah Anemia Saat Hamil Dengan Makan Pisang

Nutrisi Lebih Baik Sebelum Memasuki Masa Kehamilan

Nutrisi Lebih Baik Sebelum Memasuki Masa Kehamilan
Nutrisi
Artikel Informasi Kesehatan Ibu dan Anak Nutrisi Lebih Baik Sebelum Memasuki Masa Kehamilan - Banyak orang menganggap bahwa pemenuhan nutrisi yang baik diawali sejak bayi dilahirkan. Pemahaman tersebut harus diubah, karena pemenuhan nutrisi merupakan tanggungjawab ibu, dan mesti dipersiapkan sebelum memasuki masa kehamilan.

Demikian disampaikan Ketua Perkumpulan Obstetri dan Ginekologi Indonesia (POGI) dr. Noroyono Wibowo, Sp.OG (K), saat acara peluncuran SGM Bunda Presinutri, Kamis, (19/4/2012), di Jakarta.

Noroyono memaparkan, untuk menciptakan manusia berkualitas, memang perlu dibutuhan persiapan yang matang dari kedua orang tua calon bayi. "Untuk membangun rumah saja kita perlu perencanaan dan persiapan yang matang, tapi kenapa untuk anak kita tidak pernah mempersiapkannya dan berkonsultasi kepada ahlinya," ujarnya.

Berbagai penelitian menunjukkan, status gizi dan kesehatan seseorang ketika dewasa berhubungan dengan kondisi nutrisi ibu ketika hamil. Defisiensi nutrisi secara langsung juga akan memengaruhi kondisi kehamilan dan proses persalinan.

Noroyono menegaskan, banyak orang tidak sadar dan mengira bahwa mulai dari tahap pembentukan zigot (sel telur yang dibuahi) segala sesuatu yang didapat calon bayi di dalam rahim seolah-olah semuanya gratis. Padahal, bila cadangan nutrisi dalam tubuh ibu tidak baik dan kualitasnya buruk, tentu akan memengaruhi perkembangan janin.

"Kalau di suatu negara dipenuhi manusia yang mengalami learning disability dan behavioral problem, maka negara akan rusak. Ini terkait dengan tidak terpenuhinya nutrisi makanan," ujarnya.

Lebih lanjut Noroyono mengatakan, seseorang yang berencana untuk hamil sebaiknya mengetahui status nutrisi mereka. Dengan mengetahui status nutrisi, calon ibu dapat melakukan terapi nutrisi untuk kemudian menutup atau mengejar kekurangan vitamin atau mineral tertentu yang dibutuhkan tubuh.

Masalah nutrisi yang paling umum ditemui ibu hamil di Indonesia, kata Noroyono, terutama di golongan ekonomi menengah ke bawah adalah defisiensi zat besi, asam folat dan vitamin A. Riset membuktikan, kekurangan besi dapat menurunkan kemampuan kognitif anak. Zat besi berperan dalam pembentukan cangkang neurotransmiter, dan memengaruhi kecepatan neurotransmiter pada otak.

Sementara pada ibu hamil yang kekurangan vitamin A, lanjutnya, diafragma (suatu lapisan yang membatasi antara paru-paru, jantung, hati dan usus) berisiko mengalami kebocoran. "Kalau bocor maka usus bisa masuk ke paru-paru dan kemudian menyebabkan kematian," cetusnya.

Sedangkan kekurang mineral seperti zinc (seng) dapat berpotensi memicu diare dan anak pendek. "Anak yang berkualitas perlu persiapan yang komprehensif dan sangat bergantung pada apa yang ibu makan sebelum hamil, hamil dan menyusui," tutupnya - Nutrisi Lebih Baik Sebelum Memasuki Masa Kehamilan.
READ MORE - Nutrisi Lebih Baik Sebelum Memasuki Masa Kehamilan

Cara Mencegah Rasa Mual Saat Hamil

Cara Mencegah Rasa Mual Saat Hamil
Hiperemesis
Artikel Informasi Kesehatan Ibu dan Anak Cara Mencegah Rasa Mual Saat Hamil - Hampir sebagian besar wanita hamil pernah mengalami mual atau muntah, terutama selama trimester pertama kehamilan. Meski belum diketahui secara pasti apa penyebabnya, hal ini sesungguhnya bisa dicegah dengan menjaga asupan makanan dan mengonsumsi suplemen vitamin tertentu.

Ketua Perkumpulan Obstetri dan Ginekologi Indonesia (POGI), Dr. Noroyono Wibowo, Sp.OG (K) mengatakan, faktor perubahan hormon, buruknya nutrisi dan rendahnya kadar vitamin B-6 dalam tubuh diduga memiliki kontribusi dalam memicu rasa mual atau muntah pada ibu hamil.

Ia menjelaskan, banyak penelitian yang menunjukkan bahwa agar ibu hamil tidak mengalami hiperemesis (muntah), sebelum hamil sebaiknya terlebih dahulu mengonsumsi suplemen vitamin B-6.
"Paling gampang minum B kompleks. Misalnya, 3-4 bulan sebelum hamil," katanya, saat acara peluncuran SGM Bunda Presinutri, Kamis, (19/4/2012), di Jakarta.

Cara mencegah rasa mual saat hamil. Menurut Noroyono, pada beberapa kasus hiperemesis biasanya tidak diperlukan pengobatan. Asalkan si calon ibu mengonsumsi makanan bergizi seimbang dan kebutuhan nutrisi terpenuhi dengan baik dan benar, gejala mual atau muntah tidak akan muncul.

Lebih lanjut dia menambahkan, ada sekitar 18-22 persen ibu hamil yang sama sekali tidak mengalami mual atau muntah. "Pas kita ukur ternyata kadar B-6 dalam darah lebih dari 222 nanogram. Orang yang mual atau muntah rata-rata kadar B-6 cuma 77 nanogram," jelasnya.

Hiperemesis adalah suatu keadaan pada awal kehamilan yang ditandai dengan rasa mual dan muntah yang berlebihan dalam waktu relatif lama. Keadaan ini bila tidak diatasi, dapat menyebabkan dehidrasi dan penurunan berat badan - Cara Mencegah Rasa Mual Saat Hamil.
READ MORE - Cara Mencegah Rasa Mual Saat Hamil