Tampilkan postingan dengan label Gejala Penyakit. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Gejala Penyakit. Tampilkan semua postingan

Model Rambut Bisa Menjadi Pemicu Gangguan Kesehatan

Saya sendiri tidak menyangka bahwa ternyata Model Rambut Bisa Menjadi Pemicu Gangguan Kesehatan. Informasi ini saya dapatkan dari web  http://kosmo.vivanews.com. Di antaranya adalah Potongan rambut berponi samping sedang sedang trend tidak hanya di kalangan remaja, tapi juga di menjadi gandrungan orang dewasa, pria maupun wanita. Banyak selebriti tersohor dunia yang menggunakan model rambut poni yang kemudian menjadi inspirasi banyak orang untuk mengikutinya. Sebut saja Rihanna, Justin Bieber, dan Cameron Diaz.

Akan tetapi, seorang dokter mata terkemuka memberikan peringatan bahwa model rambut ini dapat menjadi penyebab pada mata dalam jangka panjang akan mengalami kerusakan. Beikut analisanya "Poni menyamping akan menutupi salah satu mata dan menyebabkan mata tidak dapat melihat banyak detail. Dan, jika hal tersebut terjadi dari usia muda, kondisi mata bisa berubah menjadi amblyotic," ujar Andrew Hogan, dikutip dari Daily Telegraph Australia.

Gangguan Amblyopia atau yang lebih terkenal dengan sebutan 'lazy eye' adalah merupakan sutau kondisi dimana mata tidak dapat melihat lebih jelas dengan satu mata. Maka akhirnya pandangan sangat tergantung dengan mata yang lain. Hal ini sering terjadi pada penglihatan anak yang lagi dalam tahap perkembangan. Kalau salah satu mata anak selalu terhalangi saat mereka berada dalam tahap pertumbuhan, maka mata mereka akan berkembang tak optimal. Hogan mempercayai, bahwa poni menyamping dapat menjadi penghalang mata yang akan menyebabkan kondisi ini, serta membuat pendek jarak pandang mata.

"Jika Anda sering berjalan dengan keadaan rambut menutupi salah satu mata setiap hari, mata tersebut memiliki kemampuan visual yang lebih buruk dari mata lainnya," ujarnya. Kemudian Ia menambahkan bahwa pengembangan visual terjadi antara kelahiran hingga usia tujuh tahun, tapi penelitian menunjukkan bahwa daya lihat bisa berpengaruh pada usia yang lebih tua. Tapi, teori ini belum terbukti secara jelas. Menurut spesialis amblyopia Dr Leonard Press, "kondisi hanya akan terjadi jika Anda memiliki anak sangat muda dan menutup salah satu matanya selama 24 jam dalam 7 hari."

Lalu Ia juga menambahkan bahwa pandangan mata seseorang telah berkembang sangat baik setelah usia tujuh tahun sehingga menutup salah satu mata dengan rambut tidak akan berdampak pada sistem penglihatan. Jadi, santai aja ! Anda tidak akan mendapatkan problem penglihatan hanya karena tren tata rambut yang berkembang saat ini. Tetapi, mungkin Anda akan mengalami sedikit menderita sakit leher karena tanpa disadari tubuh Anda akan lebih condong ke arah poni Anda. "Saya telah melihat banyak model rambut, tapi mungkin hanya model rambut ini yang berdampak pada kesehatan," kata hairdresser terkenal asal Australia Roseanne Anderson.

Jadi sebaiknya anda menjaga dan memelihara mata anda sebelum hal terburuk terjadi pada mata anda. Ingat ! Model rambut bisa mengganggu kesehatan mata. Mulai dari gangguan mata hingga gangguan pada tulang leher. Semoga artikel Model Rambut Bisa Menjadi Pemicu Gangguan Kesehatan akan memberikan informasi manfaat untuk anda. Mungkin peringatan buat kita semua, jangan karena model rambut segala aktivitas kita jadi terganggu.
READ MORE - Model Rambut Bisa Menjadi Pemicu Gangguan Kesehatan

Awas ! Kanker Payudara Menyerang Pekerja Malam

Hati-hati dan waspadalah! Khusus bagi para para wanita yang bekerja di malam hari. Ada sebuah penelitian bahwa bekerja di malam hari bisa meningkatkan risiko kanker payudara hingga 40 persen. Banyak resiko berbahaya mengintai wanita yang bekerja pada waktu malam hari. Tidak hanya faktor keamanan yang bisa mengancam setiap saat tapi faktor kesehatan wanita. Dalam Sebuah penelitian yang diterbitkan oleh Occupational and Environmental Medicine, mensinyalir bahwa wanita yang bekerja di malam hari cenderung akan terserang resiko kanker payudara. Para peneliti teesebut menemukan bahwa bekerja di malam hari bisa meningkatkan risiko kanker payudara sebanyak 40 persen.

Para Wanita yang bekerja lebih dari dua malam setiap minggu mempunyai risiko dua kali lipat bila dibandingkannya mereka yang bekerja pada office hour. Sedangkan wanita yang selalu bekerja di malam hari memiliki risiko yang lebih besar lagi. Para ahli meyakini bahwa hormon dalam tubuh yang berpotensi menekan sel tumor dapat terganggu oleh paparan cahaya konstan di malam hari. Meningkatnya risiko kanker payudara ini terjadi karena terganggunya jam biologis tubuh dan produksi hormon.

Dalam penelitian yang didukung oleh the Danish Cancer Society ini melibatkan lebih dari 18.500 wanita karier yang hidup antara tahun 1964 dan 1999. Para peneliti berhasil menghubungi 210 wanita dari total 218 wanita dengan kanker periode 1990-2003 yang masih hidup. Wanita-wanita tersebut dipasangkan dengan 899 wanita dengan usia yang sama namun tidak menderita kanker. Para responden diminta mengisi kuesioner yang berisi beragam pertanyaan mengenai pola kerja mereka, penggunaan pil KB, kebiasaan berjemur, dan apakah mereka lebih sering bekerja di malam hari atau di pagi hari. Secara keseluruhan, mereka yang sering bekerja di malam hari memiliki 40 persen peningkatan risiko kenker payudara dibandingkan mereka yang tidak pernah bekerja di malam hari.

Akan tetapi, berbeda dengan di atas, seorang peneliti Johnni Hansen mengatakan bahwa bekerja di malam hari selama dua hari tidak akan mengganggu jam biologis tubuh. Sedangkan, mendapatkan jam kerja di malam hari secara rutin selama beberapa tahun dapat mengganggu irama jam biologis tubuh dan pola tidur. Paparan cahaya di malam hari menghambat produksi melatonin, yang diproduksi oleh kelenjar pineal di otak pada jam 9 malam hingga 8 pagi. Melatonin adalah hormon yang menentukan siklus alam yang mengatur pola tidur, dan membantu menekan sel tumor.

Para peneliti menunjukkan bahwa rendahnya tingkat melatonin yang tidak biasa, terlihat pada wanita yang berkerja di malam hari, dapat meningkatkan pertumbuhan tumor. "Mungkin jam kerja malam bukan merupakan satu-satunya penyebab. Tapi, kerja di malam hari dapat meningkatkan kemungkinan gaya hidup yang berisiko, seperti kurangnya berolahraga," ujar Dr Rachel Greig, dari charity Breakthrough Breast Cancer, seperti dikutip Daily Mail. Ia memberikan saran, para wanita untuk mengurangi mengkonsumsi alkohol, rutin berolahraga, menjaga pola makan yang sehat untuk mengurangi risiko kanker payudara.

Dengan adanya penelitian tersebut sebaiknya para wanita berhati-hati. Mengurangi konsumsi alkohol, rutin berolah raga dan menjaga pola makan yang sehat akan menjadi solusi yang baik untuk mengurangi resiko kanker payudara. Mungkin ada baiknya anda membaca artikel Info Sehat sebelumnya yang berjudul Si Cantik Ini Ternyata Bisa Menjadi Pembunuh Kanker Payudara
READ MORE - Awas ! Kanker Payudara Menyerang Pekerja Malam

Mengetahui Penyakit Dari Jari Tangan

Info Sehat : Ini mungkin agak unik dan jarang kita ketahui. Yaitu mengetahui penyakit melalui jari tangan kita. Mungkin metode ini terdengar tidak masuk akal, tapi beberapa penelitian makin banyak dilakukan untuk mendukung metode ini. Yang terbaru adalah studi yang dimuat dalam British Journal of Cancer yang memberikan kesimpulan bahwa ukuran jari telunjuk yang lebih panjang dari jari tangan lainnya lebih rendah risikonya untuk terkena kanker prostat. Teorinya begini, panjang jari-jari tangan ditentukan sejak janin di dalam kandungan dan dipengaruhi oleh paparan hormon estrogen dan testosteron. Hormon seks pria, testosteron, memengaruhi panjang jari manis dan hormon estrogen memengaruhi panjang jari telunjuk. Sebelum mengetahui risiko penyakit lain, pertama amati jari tangan Anda untuk melihat panjang jari telunjuk dan jari manis. Berikut beberapa petunjuk atau tanda-tanda penyakit yang mungkin timbul dari mengamati jari tangan anda


Jika jari manis lebih panjang dari telunjuk

Menurut penelitian tersebut di atas, Anda berisiko mengalami penyakit Osteoarthritis. Peneliti dari Universitas Nottingham menemukan orang yang jari manisnya lebih panjang dari jari telunjuk beresiko dua kali lipat menderita osteoarthirits di bagian lututnya. Tim peneliti menyimpulkan hal itu setelah melakukan penelitian dengan mengukur jari-jari 2.000 orang

Penyakit Anoreksia. Memang belum dijadikan sebuah kesimpulan, tapi menurut John Manning, ahli biologi, ada bukti-bukti bahwa orang yang menderita anoreksia biasanya punya ukuran jari manis yang panjang.

Penyakit Flu. Dalam penelitian yang dilakukan Manning terhadap 200 orang di Liverpool ditemukan orang yang jarimanisnya panjang cenderung lebih mudah terkena flu. "Hormon testosteron berpengaruh pada sistem imun tubuh sehingga seseorang lebih mudah terpapar infeksi," katanya.

Penyakit Autisme. Beberapa penelitian menunjukkan orang dalam kelompok jari manis panjang beresiko lebih tinggi menderita autisme atau ADHD.


Kabar Baik Untuk Yang Memiliki jari manis lebih panjang dari telunjuk

Kabar baik untuk orang yang jari manisnya panjang cenderung tidak merokok. Kenapa ? "Ini karena hormon testosteron berkaitan dengan tipe orang yang ekstrovert. Sementara itu kebiasaan merokok biasanya dilakukan orang yang introvert," kata Manning.


Jika jari telunjuk lebih panjang dari jari manis

Bagi yang memiliki jari telunjuk lebih panjang dari jari manis, Anda beresiko terkena penyakit Kanker payudara atau serviks: Wanita berusia 35-75 tahun yang menderita kanker payudara biasanya memiliki ukuran jari telunjuk lebih panjang. Para peneliti menduga hal itu terkait dengan paparan estrogen di dalam kandungan. Hormon itu diketahui terkait dengan perkembangan kanker payudara.

Kemudian pemilik jari telunjuk lebih panjang dari jari manis beresiko terkena Penyakit jantung: "Makin panjang ukuran jari manis, makin rendah risiko Anda terkena serangan jantung di usia muda," kata Manning. Ia berpendapat hormon testosteron bermanfaat untuk melindungi jantung.

Berikutnya yang memiliki jari telunjuk lebih panjang dari jari manis beresiko terserang Penyakit Bulimia. "Kaum wanita lebih sering menderita bulimia dibanding pria dan fakta bahwa ukuran jari telunjuk yang panjang terkait bulimia makin menunjukkan bahwa hal ini berhubungan dengan paparan estrogen dalam kandungan," katanya. Menurut penelitian tersebut, orang yang memiliki jari telunjuk lebih panjang dari jari manis akan terkena resiko penyakit Asma dan alergi.

Demikianlah artikel info sehat berkaitan dengan cara mudah Mengetahui Penyakit Dari Jari Tangan. Dengan mengetahui tanda-tanda di atas paling tidak kita bisa membuat langkah antisipasi untuk mengurangi beberapa resikonya. Bukan lantas karena sudah ada tanda-tanda di jari tangan anda kemudian anda pesimis mengantisipasinya. Apapun dan bagaimanapun hasil kesimpulan dari penelitian tersebut tetap kembali pada diri kita masing-masing. Ingin sehat, ya jaga kesehatan dengan baik, jaga cara makan dengan teratur. Harus optimis tidak boleh pesimis. Semoga selalu sehat.

Sumber Artikel : Klik Oyyy
READ MORE - Mengetahui Penyakit Dari Jari Tangan