Tampilkan postingan dengan label Kanker. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kanker. Tampilkan semua postingan

Manfaat Daun Sirsak Mengobati Penyakit Diabetes

Saya yakin anda tahu daun sirsak. Saya juga tahu. Daun sirsak adalah daun yang bentuknya agak lonjong membentuk persegi panjang. Kalau saya, jujur, tidak suka sama baunya yang menusuk dan seperti membuat perut mual. Tapi dulu saya tahu, ibu saya sering memborehkan ke perut saya ketika perut kembung disertai sakit melilit. Saya ingat ibuku mencampurnya dengan minyak tanah lalu dioleskan ke perutku. Alhasil, apa yang terjadi ? Tak selang beberapa menit "angin" puting beliung keluar dari perutku dan membuat bau wangi khas di seluruh ruangan. Dalam hitungan menit pulsa perutku yang kembung sirna. Alhamdulillah.

Ternyata eh ternyata para ahli telah melakukan penelitian untuk membuktikan benar tidanya khasiat dari daun sirsak. Hasil dari peneltian tersebut menghasilkan kesimpulan bahwa di dalam daun sirsak terkandung berbagai senyawa lemak, protein, kalsium, vitamin A dan B dan beberapa manfaat lain yang tak terhitung. Dan dari penelitian tersebut diperoleh keyakinan bahwa ektrak daun sirsak bisa menjadi salah satu obat diabetes alami yang sangat mujarab.

Daun Sirsak Bermanfaat Menstabilkan Kadar Gula

Anda harus tahu bahwa Limit kadar gula yang normal adalah di kisaran 70 mg hingga 120 mg/dL. Daun sirsak bermanfaat dapat mengurangi dan menstabilkan kadar gula darah pada kisaran normal. Maka, para ahli merekomendasikan jika daun sirsak sangat baik bagi anda yang sedang menderita penyakit diabetes.

Seperti anda tahu sebelumnya bahwa di dalam daun sirsak banyak terkandung senyawa lemak, protein, kalsium, vitamin A dan B dll. Akan tetapi, para ahli yang melakukan penelitian tersebut menemukan senyawa baru pada Annonaceae asetogenin yang bermanfaat bagi penderita kanker.

Manfaat Daun Sirsak Bagi penderita diabetes

Seorang ahli kesehatan menyatakan bahwa manfaat daun sirsak untuk penderita diabetes masih belum teruji secara klinis. Jadi penelitian tersebut masih tergolong baru dan masih harus dilakukan uji coba lebih lanjut. Tetapi dalam banyak penelitian secara medis berhasil menunjukkan bahwa ekstrak daun sirsak dapat meningkatkan fungsi dari sel beta pankreas yang menghasilkan fungsi insulin. Maka karena itu penelitian ini memberikan satu harapan baik bagi para penderita diabetes di Indonesia yang kini jumlahnya sudah mencapai angka 21,3 juta orang. ita berdoa mudah-mudahan saja pra ilmuan mampu mengembangkan hasil penelitiannya ini. Harapan kita adalah semakin berkurangnya jumlah penderita diabetes dari tahun ke tahun.

Manfaat Sirsak Untuk Asam Urat

Ini saya dapatkan dari pengalaman seorang teman ( kepala Madrasah ) yang pernah mengalami asam urat hingga kakinya bengkak dan tidak bisa berjalan sama sekali. Bahkan tidak hanya asam urat yang ia derita, tapi juga ada gejala stroke. Yang ia lakukan untuk mengobati penyakitnya adalah berobat ke dokter. Tapi sebentar sembuh dan sebentar kambuh lagi dan harus minum obat terus untuk mengobatinya. Sampai menurutnya ia telah ketagihan obat-obat dari dari dokter rumah sakit.

Akhirnya, di samping berobat ke dokter, ia juga mencari solusi yang lain. Yaitu menggunakan cara alami atau Obat Alami. Di antaranya ia menemukan tips mengurangi asam uratnya dengan mengkonsumsi daun sirsak. Ia berbagi pengalamannya pada saya ( saya juga ada asam urat ). Caranya : ambil daun sirsak sebanyak 11 atau 13 atau 15. Pokoknya ganjil dan lebih dari 10. Kemudian daun sirsak yang telah dipetik direbus ke dalam 3 gelas air. Rebus dan rebus hingga tinggal 1 gelas air. Minum secara rutin setiap hari. Jika asam urat parah 2 kali sehari pagi dan sore ( bisa malam sebelum tidur ). Kata teman saya yang terkena asam urat tersebut, setelah rutin menum setiap hari selama 15 hari, asam uratnya hilang. Dan kini ia bisa berjalan dengan gagahnya.

Daun sirsak sangat banyak manfaatnya. Kita sebagai manusia wajib bersyukur kepada Allah SWT karena telah menciptakan pohon yang ternyata mengandung khasiat obat. Semoga info sehat kali akan bermanfaat untuk anda. Dan selamat menjalankan aktivitas dengan sehat, gembira dan penuh semangat.
READ MORE - Manfaat Daun Sirsak Mengobati Penyakit Diabetes

Awas ! Kanker Payudara Menyerang Pekerja Malam

Hati-hati dan waspadalah! Khusus bagi para para wanita yang bekerja di malam hari. Ada sebuah penelitian bahwa bekerja di malam hari bisa meningkatkan risiko kanker payudara hingga 40 persen. Banyak resiko berbahaya mengintai wanita yang bekerja pada waktu malam hari. Tidak hanya faktor keamanan yang bisa mengancam setiap saat tapi faktor kesehatan wanita. Dalam Sebuah penelitian yang diterbitkan oleh Occupational and Environmental Medicine, mensinyalir bahwa wanita yang bekerja di malam hari cenderung akan terserang resiko kanker payudara. Para peneliti teesebut menemukan bahwa bekerja di malam hari bisa meningkatkan risiko kanker payudara sebanyak 40 persen.

Para Wanita yang bekerja lebih dari dua malam setiap minggu mempunyai risiko dua kali lipat bila dibandingkannya mereka yang bekerja pada office hour. Sedangkan wanita yang selalu bekerja di malam hari memiliki risiko yang lebih besar lagi. Para ahli meyakini bahwa hormon dalam tubuh yang berpotensi menekan sel tumor dapat terganggu oleh paparan cahaya konstan di malam hari. Meningkatnya risiko kanker payudara ini terjadi karena terganggunya jam biologis tubuh dan produksi hormon.

Dalam penelitian yang didukung oleh the Danish Cancer Society ini melibatkan lebih dari 18.500 wanita karier yang hidup antara tahun 1964 dan 1999. Para peneliti berhasil menghubungi 210 wanita dari total 218 wanita dengan kanker periode 1990-2003 yang masih hidup. Wanita-wanita tersebut dipasangkan dengan 899 wanita dengan usia yang sama namun tidak menderita kanker. Para responden diminta mengisi kuesioner yang berisi beragam pertanyaan mengenai pola kerja mereka, penggunaan pil KB, kebiasaan berjemur, dan apakah mereka lebih sering bekerja di malam hari atau di pagi hari. Secara keseluruhan, mereka yang sering bekerja di malam hari memiliki 40 persen peningkatan risiko kenker payudara dibandingkan mereka yang tidak pernah bekerja di malam hari.

Akan tetapi, berbeda dengan di atas, seorang peneliti Johnni Hansen mengatakan bahwa bekerja di malam hari selama dua hari tidak akan mengganggu jam biologis tubuh. Sedangkan, mendapatkan jam kerja di malam hari secara rutin selama beberapa tahun dapat mengganggu irama jam biologis tubuh dan pola tidur. Paparan cahaya di malam hari menghambat produksi melatonin, yang diproduksi oleh kelenjar pineal di otak pada jam 9 malam hingga 8 pagi. Melatonin adalah hormon yang menentukan siklus alam yang mengatur pola tidur, dan membantu menekan sel tumor.

Para peneliti menunjukkan bahwa rendahnya tingkat melatonin yang tidak biasa, terlihat pada wanita yang berkerja di malam hari, dapat meningkatkan pertumbuhan tumor. "Mungkin jam kerja malam bukan merupakan satu-satunya penyebab. Tapi, kerja di malam hari dapat meningkatkan kemungkinan gaya hidup yang berisiko, seperti kurangnya berolahraga," ujar Dr Rachel Greig, dari charity Breakthrough Breast Cancer, seperti dikutip Daily Mail. Ia memberikan saran, para wanita untuk mengurangi mengkonsumsi alkohol, rutin berolahraga, menjaga pola makan yang sehat untuk mengurangi risiko kanker payudara.

Dengan adanya penelitian tersebut sebaiknya para wanita berhati-hati. Mengurangi konsumsi alkohol, rutin berolah raga dan menjaga pola makan yang sehat akan menjadi solusi yang baik untuk mengurangi resiko kanker payudara. Mungkin ada baiknya anda membaca artikel Info Sehat sebelumnya yang berjudul Si Cantik Ini Ternyata Bisa Menjadi Pembunuh Kanker Payudara
READ MORE - Awas ! Kanker Payudara Menyerang Pekerja Malam

Jinakkan 9 Penyakit Berbahaya Dengan Jalan Kaki

Info sehat kali ini adalah tentang manfaat jalan kaki yang ternyata mampu menjinakkan 9 binatang buas aleas 9 penyakit yang berbahaya bagi tubuh kita. Sangat sepele kelihatannya. Tapi jangan dianggap sepele, karena manfaatnya tidak sepele. 9 penyakit yang terkenal sangat berbahaya mampu dihadang oleh jalan kaki. Olahraga yang paling murah dan paling mudah dilakukan adalah Jalan Kaki. Karena itulah maka jalan kaki menjadi oleh raga favorit banyak kalangan. Tidak hanya menyenangkan, kegiatan jalan kali itu ternyata juga memberikan sangat banyak manfaat bagi tubuh. Ingin tahu apa saja manfaatnya?

Simaklah manfaat jalan kaki dibawah ini.

Pertama, Jalan Kaki Mencegah osteoporosis

Melalui gerak badan dan berjalan kaki cepat, tidak hanya otot-otot badan yang menjadi kokoh, akan tetapi tulang-belulang juga. Untuk metabolisme kalsium, bergerak badan diperlukan juga, selain butuh paparan cahaya matahari pagi. Tak cukup ekstra kalsium dan vitamin D saja untuk mencegah atau memperlambat proses osteoporosis. Tubuh juga membutuhkan gerak badan dan memerlukan waktu paling kurang 15 menit terpapar matahari pagi agar terbebas dari ancaman osteoporosis. Mereka yang aktif melakukan gerak badan sejak muda, dan cukup mengonsumsi kalsium, sampai usia 70 tahun diperkirakan masih bisa terbebas dari ancaman pengeroposan tulang. Luar biasa kan?


Kedua, Jalan Kaki Meredakan encok lutut

Menurut penelitian, lebih sepertiga orang usia lanjut di Amerika mengalami serangan encok lutut (osteoarthiris). Melalui pembiasaan diri berjalan kaki cepat atau memilih berjalan di dalam kolam renang, keluhan nyeri encok lutut bisa mereda. Untuk mereka yang terkena encok lutut, kegiatan berjalan kaki perlu dilakukan berselang-seling, tidak setiap hari. Tujuannya untuk memberi kesempatan kepada sendi untuk memulihkan diri.

Satu hal yang perlu diingat bagi pengidap encok tungkai atau kaki: jangan keliru memilih sepatu olahraga. Kita tahu, dengan semakin bertambahnya usia, ruang sendi semakin sempit, lapisan rawan sendi kian menipis, dan cairan ruang sendi sudah susut. Kondisi sendi yang sudah seperti itu perlu dijaga dan dilindungi agar tidak mengalami goncangan yang berat oleh beban bobot tubuh, terlebih pada yang gemuk.

Bila bantalan (sol) sepatu olahraganya kurang empuk, sepatu gagal berperan sebagai peredam goncangan (shock absorber). Itu berarti sendi tetap mengalami beban goncangan berat selama berjalan, apalagi bila berlari atau melompat. Hal ini yang memperburuk kondisi sendi, lalu mencetuskan serangan nyeri sendi atau menimbulkan penyakit sendi pada mereka yang berisiko terkena gangguan sendi. Munculnya nyeri sendi sehabis melakukan kegiatan berjalan kaki, bisa jadi lantaran keliru memilih jenis sepatu olahraga. Sepatu bermerek menentukan kualitas bantalannya, selain kesesuaian anatomi kaki. Kebiasaan berjalan kaki tanpa alas kaki, bahkan di dalam rumah sekalipun, bisa memperburuk kondisi sendi-sendi tungkai dan kaki, akibat beban dan goncangan yang harus dipikul oleh sendi.

Ketiga, Jalan kaki Mencegah Stroke

Dengan berjalan kaki maka anda bisa tercegah dari serangan stroke. Kendati manfaat berjalan kaki tergopoh-gopoh terhadap stroke pengaruhnya belum senyata terhadap serangan jantung koroner, beberapa studi menunjukkan hasil yang menggembirakan. Tengok saja bukti alami nenek-moyang kita yang lebih banyak melakukan kegiatan berjalan kaki setiap hari, kasus stroke zaman dulu tidak sebanyak sekarang. Salah satu studi terhadap 70 ribu perawat (Harvard School of Public Health) yang dalam bekerja tercatat melakukan kegiatan berjalan kaki sebanyak 20 jam dalam seminggu, risiko mereka terserang stroke menurun duapertiga.

Keempat, Jalan kaki Menekan Resiko Serangan jantung

Pertama-tama tentu menekan risiko serangan jantung. Kita tahu otot jantung membutuhkan aliran darah lebih deras (dari pembuluh koroner yang memberinya makan) agar bugar dan berfungsi normal memompakan darah tanpa henti. Untuk itu, otot jantung membutuhkan aliran darah yang lebih deras dan lancar. Berjalan kaki tergopoh-gopoh memperderas aliran darah ke dalam koroner jantung. Dengan demikian kecukupan oksigen otot jantung terpenuhi dan otot jantung terjaga untuk bisa tetap cukup berdegup.


Kelima, Jalan kaki Menurunkan berat badan

Di samping berat badan bisa dipertahankan stabil, mereka yang mulai kelebihan berat badan, bisa diturunkan dengan melakukan kegiatan berjalan kaki tergopoh-gopoh itu secara rutin. Kelebihan gajih di bawah kulit akan dibakar bila rajin melakukan kegiatan berjalan kaki cukup laju paling kurang satu jam.


Keenam, Jalan kaki Mencegah kencing manis

Biasakan berjalan kaki melaju sekitar 6 km per jam, waktu tempuh sekitar 50 menit. Hal tersebut ternyata dapat menunda atau mencegah berkembangnya diabetes Tipe 2, khususnya pada mereka yang bertubuh gemuk (National Institute of Diabetes and Gigesive & Kidney Diseases). Sebagaimana kita tahu bahwa kasus diabetes yang bisa diatasi tanpa perlu minum obat, bisa dilakukan dengan memilih gerak badan rutin berkala. Selama gula darah bisa terkontrol hanya dengan cara bergerak badan (brisk walking), obat tidak diperlukan. Itu berarti bahwa berjalan kaki tergopoh-gopoh sama manfaatnya dengan obat antidiabetes.

Ketujuh, Jalan Mencegah Depresi

Ternyata bergerak badan dengan berjalan kaki cepat juga membantu pasien dengan status depresi. Berjalan kaki tergopoh-gopoh bisa menggantikan obat antidepresan yang harus diminum rutin. Studi ihwal terbebas dari depresi dengan berjalan kaki sudah dikerjakan lebih 10 tahun.

Kedelapan, Jalan Kaki adalah Obat Kanker

Penyakit ini dapat digagalkan muncul bila kita rajin berjalan kaki. Terutama jenis kanker usus besar (colorectal carcinoma). Kita tahu, bergerak badan ikut melancarkan peristaltik usus, sehingga buang air besar lebih tertib. Kanker usus dicetuskan pula oleh tertahannya tinja lebih lama di saluran pencernaan. Studi lain juga menyebutkan peran berjalan kaki terhadap kemungkinan penurunan risiko terkena kanker payudara. Walau ada tanaman obat yang bisa membunuh kanker payudara, tapi jangan lupakan jalan kaki untuk mengatasinya.

Kesembilan, Jalan kaki Membuat Berat badan stabil

Ternyata dengan membiasakan berjalan kaki rutin, laju metabolisme tubuh ditingkatkan. Selain sejumlah kalori terbuang oleh aktivitas berjalan kaki, kelebihan kalori yang mungkin ada akan terbakar oleh meningkatnya metabolisme tubuh, sehingga kenaikan berat badan tidak terjadi.

Demikian 9 penyakit yang kita kenal sangat berbahaya dalam ilmu kesehatan. Hanya dengan berjalan kaki secara rutin, anda bisa menghindar atau paling tidak mengurangi ke sembilan penyakit tersebut. Apa susahnya berjalan kaki dan apa sulitnya ? Seperti kata saya di atas, sepele memang, tapi jangan sampai kita menganggap sepele. Karena manfaatnya bisa "menghancurkan" penyakit yang tidak sepele. Semoga manfaat.

Sumber Klik Di sini
READ MORE - Jinakkan 9 Penyakit Berbahaya Dengan Jalan Kaki

Si Cantik Ini Ternyata Bisa Menjadi Pembunuh Kanker Payudara

Dalam posting artikel Info Sehat kali ini saya akan sampaikan sebuah informasi berharga berkaitan dengan sebuah penyakit ganas yang banyak menyerang wanita. Namanya Kanker payudara. Maaf, bukan masalah kanker, tapi sebuah daun yang bisa mengatasi masalah kanker payudara. Jadi anda tidak usah galau dengan Kanker Payudara, karena ada obatnya. Apa itu ? Peterseli. Daun ini merupakan satu dari tujuh tanaman obat paling mujarab di dunia dan telah diteliti mampu membunuh kanker payudara.


Sebuah penelitian menemukan bahwa ternyata Peterseli bukan sekadar dekorasi hidangan atau garnish. Tumbuhan yang dikenal dengan nama latin Petroselinum crispum itu merupakan herbal yang memiliki "sejuta" manfaat untuk tubuh. Salah satunya melawan ganasnya kanker payudara.  Tim peneliti dari Universitas Missouri menemukan kandungan zat bernama apigenin dalam peterseli dan seledri yang ampuh melawan kanker payudara dan beberapa jenis tumor yang berhubungan dengan hormon progestin.

"Kami tahu bahwa apigenin memperlambat perkembangan sel kanker payudara dengan tiga cara: dengan menginduksi kematian sel, menghambat proliferasi sel, dan dengan mengurangi reaksi gen yang berhubungan dengan pertumbuhan kanker," demikian kata Salman Hyder, peneliti studi, seperti dikutip Huffington Post.

Lebih lanjut Profesor biomedis itu menambahkan, dalam uji coba menggunakan tikus terungkap bahwa asupan apigenin memicu penyempitan pembuluh darah yang berperan memberi makan sel-sel kanker. "Ketika pembuluh lebih kecil berarti aliran nutrisi terbatas. Ini otomatis juga akan menghalangi penyebaran sel tumor dan kanker," kata para peneliti yang menerbitkan hasil studinya di Jurnal Hormon dan Kanker.

Peterseli adalah Tanaman Obat Terbaik di Dunia

Menurut Dr Denice Moffat, ahli nutrisi dari American Naturopathic Medical Association, mengatakan bahwa peterseli adalah merupakan salah satu dari tujuh tanaman obat paling mujarab di dunia, selain jahe, oregano, kayu manis, kunyit, sage, dan bubuk cabai merah. Peterseli banyak mengandung nutrisi. Di samping tinggi zat besi, daun "suci" Yunani itu juga mengandung kalsium, protein, asam folat, betakarotin, klorofil, zat antoksidan, zat antibakteri, serta vitamin A, B12, dan C.

Kecuali melawan kanker, dedaunan yang ditanam mulai 2.000 tahun lalu itu bisa diandalkan untuk mengatasi berbagai masalah penyakit seperti anemia, gangguan pencernaan, liver, tekanan darah tinggi, kolesterol, ginjal, paru-paru, hormonal perempuan, atau gangguan menstruasi, gangguan penglihatan, batuk, demam, dan bau mulut.

Adapun Cara dan aturan mengKonsumsi peterseli bisa dilakukan dengan mencampurnya langsung ke dalam masakan atau sajian jus buah. Sedangkan untuk terapi kesehatan, anda bisa juga merebusnya. Akan tetapi, janganlah mengonsumsi peterseli dalam porsi berlebih karena kandungan minyaknya bersifat racun. Wanita hamil dan menyusui sebaiknya tak mengonsumsinya.


Demikianlah Info Kesehatan kali ini tentang tanaman obat yang diteliti ampuh untuk membunuh kanker payudara, semoga bermanfaat untuk kita semua.

Sumber Klik Di Sini
READ MORE - Si Cantik Ini Ternyata Bisa Menjadi Pembunuh Kanker Payudara